NAMA : RICHKY APRISIA
KELAS : 3EB12
TUGAS : BAHASA INDONESIA 2
NPM : 26212280
A. KUTIPAN
1)
Pengertian Kutipan
Kutipan
adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan
juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber.
Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari
kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain
sebagainya.
2)
Prinsip-prinsip dalam mengutip
Dalam
membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang
lain, maka dari itu perlu kita tahu bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam
mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a. apabila
dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber
kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang
kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata
ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
b.dalam
kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat
bahwa
penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang
terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :
# Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
# Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis
(dari margin kiri sampai margin kanan).
3)
Jenis-jenis Kutipan
Terdapat
beberapa jenis kutipan, antara lain adalah Kutipan langsung dan Kutipan Tidak
langsung. Disini saya akan mencoba menjelaskan jenis-jenis kutipan tersebut.
a.Kutipan
Langsung adalah
kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil
untuk mengutip. Disini kita sama sekali tidak boleh merubah atau menghilangkan
kata atau kalimat dari sumber kutipan kita.Kalaupun ada keraguan atau kesalahan
dalam kutipan yang kita ambit tersebut kita hanya dapat memandakannya dengan
[sic!] yang menandakan kita mengutip langsung tanpa ada editan dan kita tidak
bertanggung jawab jika ada kesalahan dari kutipan ynag kita ambil. Bila dalam
kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus
digunakan huruf siku [ ….. ]. Demikian juga kalau kita menyesuaikan
ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu
menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan
disesuaikan dengan EYD ],dll.
b. Kutipan
Tidak Langsung adalah
kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya. Kutipan
tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit
tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga
dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan
pada catatan kaki
e. Kutipan
atas ucapan lisan
f. Kutipan
dalam kutipan
g. Kutipan
langsung pada materi
4) Teknik
Mengutip
Beberapa
cara teknik mengutip kutipan langsung dan tidak langsung diantaranya sebagai
berikut.
1. Kutipan
langsung
a) Kutipan
langsung yang tidak lebih dari empat baris :
*
kutipan diintegrasikan dengan teks
* jarak
antar baris kutipan dua spasi
* kutipan
diapit dengan tanda kutip
* sudah
kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis
sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama
keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.
b) Kutipan
Langsung yang terdiri lebih dari 4 baris :
* kutipan
dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
* jarak
antar kutipan satu spasi
* kutipan
dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila
kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi
5-7 ketukan.
* kutipan
diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
* di belakang
kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)
2. Kutipan
tidak langsung
* kutipan
diintegrasikan dengan teks
*
jarak antar baris kutipan spasi rangkap
*
kutipan tidak diapit tanda kutip
*
sesudah selesai diberi sumber kutipan
3. Kutipan pada
catatan kaki
Kutipan
selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan
diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.
4. Kutipan
atas ucapan lisan
Kutipan
harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara
seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau
kutipan tidak langsung.
5. Kutipan
dalam kutipan
Kadang-kadang
terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
B. DAFTAR
PUSTAKA
1)
Pengertian Daftar Pustaka
Daftar
pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita
pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya
berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya,
yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui
daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat
kembali pada sumber aslinya.
2)
Unsur-unsur Daftar Pustaka
Unsur-unsur
yang harus kita perhatikan dalam menulis daftar pustaka diantaranya: nama
pengarang, penerjemah, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan penerbit.
Selain itu ada pula unsur-unsur yang bisa ada namun tak selalu ada, misalnya:
nama editor atau penyunting, jilid buku, edisi buku, dan anak judul. Disebut tak
selalu ada karena tak semua buku memiliki unsur-unsur ini.
Yang sering
membingungkan kita dalam menulis daftar pustaka diantaranya adalah cara
menuliskan nama pengarang. Pada daftar pustaka, nama pengarang kita tuliskan
terbalik yaitu nama belakang terlebih dahulu di ikuti tanda koma(,) baru nama
depannya. Berikut ini tata cara membalikan nama pengarang dalam daftar pustaka:
- Nama belakang ditulis lebih
dahulu daripada nama depan, meskipun bukan merupakan nama keluarga.Misalnya:
Dewi Rieka…………..> ditulis sebagai: Rieka, Dewi.
- Nama belakang yang bagian
akhirnya berupa singkatan tidak diletakkan di bagian depan
pembalikan.Misalnya: Triani Retno A ………………> ditulis
sebagai: Retno A, Triani dan bukan A, Triani Retno
- Nama yang mencantumkan gelar tradisi, maka nama yang
diletakkan di depan dalam pembalikan adalah nama yang tercantum setelah
gelar.Misalnya: Rahman Sutan Radjo ………………..> ditulis
sebagai: Rajo, Rahman Sutan
- Nama yang mencantumkan kata bin
atau binti, maka yang dicantumkan di depan dalam penulisan daftar pustaka
adalah nama yang tercantum setelah kata bin atau binti tersebut.Misalnya: Siti Nurhaliza
binti Rustam ……………..> ditulis sebagai: Rustam, Siti Nurhaliza
binti
- Nama pengarang memiliki nama
majemukMisalnya: Hillary Rodham-Clinton ………………………> ditulis sebagai:
Rodham-Clinton, Hillary dan bukan Clinton, Hillary Rodham.
- Nama keluarga berada di bagian
depan nama seperti nama-nama orang Cina, maka tidak perlu ada pembalikan
nama dalam penulisan daftar pustaka. Misalnya: Wong Kam Fu
………..> ditulis sebagai: Wong, Kam FuKecuali jika mencantumkan nama Barat,
maka asas pembalikan nama ini tetap berlaku. Misalnya: Michelle Yeoh
………….> ditulis sebagai: Yeoh, Michelle
- Penulisan nama-nama pengarang
dari Eropa yang memiliki kata depan, kata sandang, atau perpaduannya juga
memiliki peraturan tersendiri dalam penulisan daftar pustaka. Misalnya
nama-nama Italia yang nama keluarganya didahului dengan awalan, maka kata
utama ada pada awalan tersebut. Misalnya: Leonardi Di Caprio
…………………> ditulis sebagai: Di Caprio, LeonardoAkan tetapi,
nama-nama Italia yang nama keluarganya berawalan d’ de, de’, degli,
dei, dan de li, maka kata utama ada nama setelah awalan itu.
Misalnya: Lorenzo d’Montana …………> ditulis sebagai: Montana,
Lorenzo d’
3)
Jenis-jenis Daftar Pustaka
#Kelompok
Textbook
a. Penulis perorangan
b. Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor
c. Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga
d. Buku terjemahan
# Kelompok
Jurnal
a. Artikel yang disusun oleh penulis
b. Artikel yang disusun oleh lembaga
c. Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar / konferensi /
simposium
# Kelompok
disertasi / tesis
# Kelompok
makalah / informasi dari Internet
4) Teknik
Penulisan Daftar Pustaka
Dalam
penulisan daftar pustaka kita juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini.
- Daftar pustaka disusun
berdasarkan urutan alfabet, berturut-turut dari atas ke bawah, tanpa
menggunakan angka arab (1,2,3, dan seterusnya).
- Cara penulisan daftar pustaka
sebagai berikut:
-Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih
dahulu, baru nama depan)
-Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.)
-Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah
judul buku diberi tanda titik (.).
-Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu
diberi tanda titik dua (:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik
-Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya,
maka sumber dirilis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang
terbit kemudian. Di antara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis
panjang.
- Untuk penulisan daftar pustaka
yang berasal dari internet ada beberapa rumusan pendapat :
– Menurut Sophia (2002), komponen suatu bibliografi online adalah:
• Nama Pengarang• Tanggal revisi terakhhir• Judul Makalah• Media yang
memuat• URL yang terdiri dari protocol/situs/path/file• Tanggal
akses. – Menurut Winarko memberikan rumusan pencantuman bibliografi
online di daftar pustaka sebagai berikut: Artikel jurnal dari internet:
Majalah/Jurnal Online
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (dengan singkatanresminya),
nomor, volume, halaman dan alamat website.*) Nama majalah online harus
ditulis miring
Artikel umum
dari internet dengan nama
Penulis, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal
…).*) Judul artikel harus ditulis miring.
Artikel umum
dari internet tanpa nama
Anonim, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal
…).*) “Anonim” dapat diganti dengan “_____”. Judul artikel harus ditulis
miring.
C. CONTOH
KUTIPAN DAN DAFTAR PUSTAKA
1) Buku
a) Buku
tanpa Bab
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . which offered a theoretical backdrop for a number of innovative behavior
modification approaches
(Skinner, 1969).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Skinner, B.F. (1969). Contingencies of reinforcement. New York:
Appleton-Century- Crofts.
Bremner, G., & Fogel, A. (Eds.). (2001). Blackwell handbook of infant
development. Malden, MA: Blackwell.
b) Buku
dengan Bab
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . The elucidation of the potency of infant-mother relationships, showing
how later adaptations echo the
quality of early interpersonal experiences (Harlow, 1958, chap. 8).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Harlow, H. F. (1958). Biological and biochemical basis of behavior. In D. C.
Spencer (Ed.), Symposium on
interdisciplinary research (pp. 239-252). Madison: University of Wisconsin
Press.
c) Buku tanpa
penulis
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . the number of recent graduates from art schools in France has shown that
this is a trend worldwide (Art
Students International, 1988).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Art students international. (1988). Princeton, NJ: Educational Publications
International.
d) Buku
dengan edisi / versi
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Strunk, W., Jr., & White, E. B. (1979). The elements of style (3rd ed.).
New York: Macmillan.
Cohen, J. (1977). Manual labor and dream analysis (Rev. ed.). New York:
Paradise Press.
American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual of
mental disorders (4th Ed.).
Washington, DC: Author.
e) Buku
terjemahan
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Luria, A. R. (1969). The mind of a mnemonist (L. Solotaroff, Trans.). New York:
Avon Books. (Original work
published 1965)
f) Buku
dengan beberapa volume
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . The cognitive development of the characters in Karlin’s class illustrates
the validity of this new method of
testing (Wilson & Fraser, 1988-1990).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Wilson, J. G., & Fraser, F. (Eds.). (1988-1990). Handbook of wizards (Vols.
1-4). New York: Plenum Press.
2) Jurnal
a) Artikel
Jurnal
Referensi pada tulisan (kutipan)
When quoting an author’s words exactly, indicate the page number:
Even some psychologists have expressed the fear that “psychology is in danger
of losing its status as an
independent body of knowledge” (Peele, 1981, p. 807).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Peele, S. (1981). Reductionism in the psychology of the eighties: Can
biochemistry eliminate addiction,
mental illness, and pain? American Psychologist, 36, 807-818.
b) Artikel
Jurnal, lebih dari enam pengarang
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . the nutritional value of figs is greatly enhanced by combining them with
the others (Cates et al., 1991).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Cates, A. R., Harris, D. L., Boswell, W., Jameson, W. L., Yee, C., Peters, A.
V., et al. (1991). Figs and dates and
their benefits. Food Studies Quarterly, 11, 482-489.
3) Sumber
Digital
a) Buku
elektonik dari perpustakan digital
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Wharton, E. (1996). The age of innocence. Charlottesville, VA: University of
Virginia Library. Retrieved March
6, 2001, from netLibrary database.
b) Artikel
Jurnal dari perpustakaan digital
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Schraw, G., & Graham, T. (1997). Helping gifted students develop
metacognitive awareness. Roeper Review,
20, 4-8. Retrieved November 4, 1998, from Expanded Academic ASAP database.
c) Artikel
Majalah atau Koran dari Internet (bukan dari perpustakaan digital)
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Sarewitz, D., & Pielke, R. (2000, July). Breaking the global warming
gridlock [Electronic version]. The Atlantic
Monthly, 286(1), 54-64.
d) Artikel
e-Journal
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Bilton, P. (2000, January). Another island, another story: A source for
Shakespeare’s The Tempest.
Renaissance Forum, 5(1). Retrieved August 28, 2001, from
f) Web Site
dari organisasi
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
American Psychological Association. (n.d.) APAStyle.org: Electronic references.
Retrieved August 31, 2001,
from http://www.apa.org/journals/webref.html
4) Sumber
Lain
a) Artikel
Koran, tanpa pengarang
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Counseling foreign students. (1982, April). Boston Globe, p. B14.
b) Tesis
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Caravaggio, Q. T. (1992). Trance and clay therapy. Unpublished master’s thesis,
Lesley University, Cambridge,
MA.
c) Desertasi
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Arbor, C.F. (1995). Early intervention strategies for adolescents. Unpublished
doctoral dissertation,
University of Massachusetts at Amherst.
Sumber :
http://teddyhangkoso.blogspot.com/2010/05/teknik-mengutip.html
http://pelangibersinar.blogspot.com/2010/05/prinsip-mengutip.html
http://bilikide.blogspot.com/2009/03/daftar-pustaka_8312.html
http://www.anneahira.com/penulisan-daftar-pustaka.htm